Cerita Lucu Tentang Pelajar Sekolah
Kali ini saya akan membagikan bebrapa cerita lucu tentng anak sekolahan, okeh sebelumnya saya kan menjelaskan apa itu Cerita Lucu.
"Cerita lucu adalah Cerita yang isi-nya panjang atau pun pendek yang mengandung unsur jenaka atau lucu sehingga dapat membuat pembaca tertawa. Cerita lucu mempunyai sifat yang sangat lentur sehingga memiliki banyak pembaca. "
Okeh, selanjutnya silakan dibaca beberapa cerita lucu dibawah ini, enjoy it.
1.
Menulis
Seorang anak yang baru saja masuk Sekolah Dasar (SD)
ketika pulang sekolah ditanya oleh kedua orang tuanya
Ibu :
“Belajar apa kau hari ini nak?”
Anak :
“Belajar menulis bu.”
Ayah : “Apa
yang kau tulis nak?”
Anak :
“Tidak tau yah, aku belum belajar membaca.”
2.
Bahasa
Inggris
Suatu hari di kelas sedang mempelajari bahasa
inggris, dan untuk mengetes para muridnya guru tersebut menanyai setiap murid
yang hadir.
Guru : “‘WORK’ artinya kerja, kalau ‘WORKING’
artinya bekerja, Paham anak-anak ??”
Murid2: “Paham..!!”
Guru :
“Sekarang kalian cari kata lain, mulai dari Ateng.”
Ateng :
“‘SING’ artinya nyanyi, jadi ‘SINGING’ artinya bernyanyi.”
Guru :
“Pinter, sekarang Mono?”
Mono :
“‘SONG’ artinya LAGU jadi kalau ‘SONGONG’ artinya BELAGU!”
3.
Peribahasa
Di Kelas Bahasa Indonesia SMA Bulugan, Pak Guru
Semar sedang mengajar Peri-bahasa, kemudian dia memberikan soal ke murid-murid
di kelas:
Semar : “Anak-anak coba kalian lanjutkan peribahasa
ini, Guru kencing berdiri, murid kencing..?”
Petruk :
“Murid kencing berlari!”
Semar :
“Salah!”
Gareng : “Murid
kencing di celana!”
Semar :
“Goblok, salah!”
(Ruang kelas jadi hiruk pikuk, sebab murid pada
kebingungan)
Tiba-tiba si Nunung mengangkat tangan,
Nunung: “Murid kencing bernanah !!”
Semar :
“Hah..!, apa artinya itu?”
Nunung: “Artinya, waktu acara kemping minggu kemaren
saya lihat Pak Guru Semar kencing berdiri dibawah pohon mangga, sedangkan hari
ini si Ateng nggak masuk sekolah, menurut keterangan dokter dia sakit kencing
nanah ..!”
Semar : “..?”
Murid :
“Hore.. hore seratus!”
4.
Berhitung
Dengan Guru Genit
Bu Guru :
“Anak2 ayo kita belajar berhitung!!”
Murid :
“YA BU!!!”
Bu
Guru : “Coba Bagong kamu jawab,
berapa hasil dari 5 x 5 = ?”
Bagong : “GAK
TAU BU!”
Bu Guru :
“Kok gak tahu?”
Bagong : “GAK
TAU kenapa ibu begitu cantik.”
Bu Guru : “Ouhhh mmuaach mmuacch.”
Bu Guru :
“Heh lo muka semplak ayo jawab, berapa hasil dari 9x9x8x7:5 = ?”
Mono :
“Busetttt kurang banyak Bu!!”
Bu
Guru : “Dasar kamu ya, bukannya
jawab malah ngelunjak!! (PlAKKkk kena gampar kiri-kanan)”
Bu Guru :
“Ok sekarang kamu muka jamban.. berapa hasil dari 896×7:7×2= ??”
Ateng :
“Haaahhh GAK TAU BU!!! ”
Bu
Guru : “Dasar gublokkkk kamu
ya!!!” (KEplAakkKK kena gampar kiri-kanan-atas-bawah)
Bu Guru :
“Nah sekarang kamu ya imut, 5+5 = ??”
Bagong :
“DELIMA BU!!!” Bu Guru :
“kok delima?”
Bagong :
“DELIMA aku tanpamu bu.”
Bu Guru :
“Oouh co cweet amat kamu.. MMuuaaccchhh”
Mono & Ateng : “Gebukin aja yok nih Guru sama si
kamprett.”
5.
Kaki
Kuda
Suatu pagi didalam kelas yang penuh ceria, anak anak
bersiap untuk belajar. Pelajaran pertama adalah Matematika, ibu guru masuk
kedalam ruangan disambut salam dari murid muridnya. Sebelum pelajaran dimulai
ibu guru bertanya kepada murid muridnya.
Guru :
“Anak anak, siapa yang pernah melihat kuda..??”
Murid :
“Saya,.!!”
Guru : ”
Sekarang ibu mau tanya,..Kuda kakinya ada berapa coba,.??”
Murid :
“Emmmmpppaaattttt,..!!”
Guru : “Sekarang coba kita hitung bersama
sama..”(sambil mengeluarkan gambar kuda dan memajangnya di papan tulis)
Guru :
“Semuanya lihat kegambar ya.. kaki depan kuda ada berapa coba,..??”
Murid : “Duuaaaa..”
Guru :
“Kaki Belakang,.??”
Murid :
“Duuuuaaaaa,..”
Guru :
“Kaki kanannya ada berapa,..??”
Murid :
“Duuuaaa..”
Guru :
“Kaki kirinya berapa..??”
Murid:
“Duuuuaaa..”
Guru :
“Sekarang jumlah kakinya ada berapa..?”
Murid :
“Delapan,.”
Guru :
“Delapan apa empat,.??”
Murid :
“??!!??”
6.
Korupsi
Bagong adalah anak seorang pejabat negara yang
bertugas dalam bidang keuangan. Kebetulan, Bagong pun merupakan bendahara di
sekolahnya. Suatu hari, ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan
pribadi. Dipanggillah ia ke ruang guru.
Guru : “Mengapa kau gunakan uang itu untuk
kepentinganmu sendiri? Padahal itu kan uang milik temanmu! Apakah kau sedang
terdesak?”
Bagong: “Tidak, Bu..”
Guru : “Lalu mengapa? Cepat katakan! Jika
tidak,akan saya laporkan kepada ayahmu!!”
Bagong: “Laporin aja, Bu! Toh ayah saya yang
mengajarkannya kepada saya.”
7.
Belajar
Mengajar
Bu Guru :
“Sebutkan binatang yang bisa hidup di dua alam?”
Bagong :
“Katak! Di darat dan di air.”
Bu
Guru : “Baguusss. Coba kamu
Ateng sebutkan contoh lainnya binatang yang hidup di dua alam?”
Ateng :
“Babi ngepet Bu! Di alam nyata dan alam goib! Ekekekek..”
Bu Guru :
(Keselek penggaris)
8.
Cerita
Lucu Pelajaran Biologi
Bu Guru :
“Sekarang sebutkan binatang yang alat kelaminnya di punggung?”
Ateng : “Huahahah kalo pipis muncrat ke
udara dong Bu?”
Bagong : “Ngaco
nih Ibu, mana ada binatang kelaminnya di punggung?”
Bu Guru :
“Ada loh!”
Gareng :
“Apaan Bu?”
Bu Guru :
“Kuda lumping!”
Ateng :
(Mikir lama)
kemudian kelas bubar..
9.
Sekolah
Dasar Kurang Ajar
Ibu Guru :
“Apa lagu kebangsaan Indonesia?”
Petruk : “Parah deh Ibu, lagu kebangsaan
Indonesia aja sampai ga tau?!”
Gareng : “Dengar ya Bu, kami ke sekolah
tuh ingin belajar, bukan untuk ditanya-tanyain
¬seperti ini. Mumet ndasku!”
Mono :
“Kalo banyak nanya mendingan Ibu jadi polisi aja.”
Bu Guru :
(jejelin kapur satu-satu)
10. Siswa Ganteng
Bu Guru :
“Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?
Ateng :
“Saya Bu!”
Bu Guru :
“Iya, apa pertanyaannya?”
Ateng :
“Maukah Ibu jadi pacarku?”
Bu Guru :
“Orang kayak kamu mau jadi pacar Ibu? Huek! Ga pentes!”
Ateng : “Trus orang ganteng kayak saya
ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”
Bu
Guru : “Kamu ini bandel sekali!
Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya cita-cita ga sih kamu?”
Ateng :
“Punya dong Bu..”
Bu Guru :
“Apa cita-citamu?”
Ateng : “Dulu cita-cita saya ingin jadi
pilot, tapi semenjak masuk sekolah dan ketemu Ibu, cita-cita saya berubah ingin
membahagiakan Ibu..
Bu
Guru : “Ateng..!! Kamu kalo
masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!”
Ateng :
“Dih jangan dong Bu, panggil Mas aja biar lebih mesra..”
Bu Guru :
“Ampun Tuhan!” (pingsan manja)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar